Sabtu, 20 Februari 2016

B.INDONESIA (RANGKUMAN) BAB 2

Bab 2 
Teks Tanggapan Kritis

Teks Tanggapan Kristis adalah jenis teks yang digunakan untuk meringkas, menganalisis, dan menanggapi teks sastra, teks karya seni, atau pertunjukkan yang isinya terdapat kritik dan pujian. 

Struktur Teks Tanggapan Kristis
- Evaluasi
- Deskripsi Teks
- Penegasan Ulang

Perbedaan Teks Tanggapan Kritis dengan Teks Tanggapan Deskriptif
Teks Tanggapan Kritis,berisi tanggapan terhadap sastra, karya seni, atau pertunjukan.
Teks Tanggapan Deskriptif, berisi tanggapan terkait penggambaran suatu objek, tempat, atau peristiwa tertentu.

Merevisi Teks Tanggapan Kritis
- Ketepatan ejaan
- Pilihan kata
- Keefektifan kalimat
- Keterpaduan paragraf
- Kebulatan wacana

SMA atau SMK?
Mungkin ada sebagian atau bahkan kebanyakan orang tua dan juga siswa SMP seringkali dibingungkan dengan pilihan ini. Terutama bagi siswa kelas 9 yang sebentar lagi akan lulus dan harus segera menentukan pilihannya. Tentu untuk memilih akan masuk SMA ataupun SMK tidak boleh sembarangan. Kita harus mempertimbangkan kekurangan dan kelebihan dari masing – masing pilihan sebelum kita memilihnya. Apa saja alasan – alasan yang dapat memperkuat langkah kita?
            Alasan yang pertama, kita pasti sudah mengetahui jika lulusan SMK lebih mudah dan lebih siap untuk bekerja jika dibandingkan dengan lulusan SMA. Karena di SMK siswa tidak hanya diajarkan teoretik yang mendalam sesuai jurusannya saja, melainkan disana para siswa juga dibekali dengan kemampuan praktek yang sangat menambah pengalaman dan memberikan gambaran nyata tentang dunia kerja. Seperti yang sering kita dengar atau lihat, para siswa SMK seringkali melaksanakan PKL (Praktek Kerja Lapangan) atau yang biasa disebut dengan istilah “magang”. Saya sepakat dengan hal ini karena pada SMA, siswa hanya diajarkan teoretik saja secara mendalam. Sehingga lulusan SMA harus kuliah dulu jika ingin mendapatkan pekerjaan.
            Mungkin banyak orang yang beranggapan bahwa setelah lulus dari SMK nanti, kita tidak bisa lanjut ke perguruan tinggi. Hal ini tentu salah, karena siswa SMK tetap bisa melanjutkan ke perguruan tinggi. Kelebihan masuk SMK, siswa mempunyai hardskill berupa kemampuan kejuruan yang spesifik sehingga ketika kuliah seorang siswa mengambil jurusan yang sama dengan ketika dia SMK, maka dia akan lebih mudah untuk mempelajari materi kejuruannya. Sedangkan di SMA, siswa lebih diajarkan kemampuan teoretik saja.
            Namun, jika dibandingkan dengan SMA, materi – materi yang diajarkan di SMK tidak seluas materi – materi yang diajarkan di SMA. Hal ini karena di SMK kita lebih diajarkan secara detail pada jurusan yang kita ambil saja. Sedangkan di SMA kita diajarkan berbagai macam materi sesuai bidang yang kita ambil, misalakan bidang IPA. “Siswa SMK dapat pengetahuan tidak lebih banyak daripada siswa SMA,” pendapat ini disampaikan oleh salah seorang blogger pada salah satu postingan di blognya. Dari sini kita dapat menilai bahwa kemampuan berfikir secara logika anak SMA jauh lebih bagus dibandingkan dengan anak SMK. Anak SMK cenderung memilih sebuah langkah secara instan atau cepat tanpa mempertimbangkannya secara lebih dalam.
            Jika untuk melanjutkan ke perguruan tinggi, lulusan SMK lebih dibatasi ruang lingkupnya jika dibandingkan dengan lulusan SMA. Sehingga rata – rata siswa SMK kesulitan untuk masuk ke perguruan tinggi. Ketika di perguruan tinggi, siswa SMK tidak bisa mengambil jurusan yang berbeda dengan jurusannya dulu di SMK. Kalupun bisa, dia akan kesulitan karena di SMK dia hanya diajrkan materi – materi yang mendalam di jurusannya saja. Sedangkan lulusan SMA bisa lebih bebas untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Mengingat pada saat SMA, materi – materi yang diajarkan mencakup semuanya.
            Dengan demikian, siswa lulusan SMK jauh lebih siap kerja dibandingkan dengan SMA. Sehingga biaya yang dikeluarkan lebih hemat. Namun, untuk menentukan pilihan itu semua tergantung dengan minat, kemampuan, serta bakat kita

B.INDONESIA (RANGKUMAN) BAB 1

Bab 1
Teks Eksemplum

Teks Eksemplum adalah jenis genre cerita yang berkaitan dengan insiden yang didalmnya terdapat beberapa hal yang menjadi insiden.

Struktur Teks Eksemplum
- Abstrak
- Orientasi
- Insiden
- Interpretasi
- Koda/Amanat

Fitur Bahasa Teks Eksemplum
1. Menggunakan bahasa naratif
2. Menunjukkan urutan peristiwa yang jelas
3. Menghadirkan diri penulis yang ada dalam interpretasi dan koda
4. Biasanya menggunakan proses material dan tindakan untuk mengeksplorasi insiden
5. Menggunakan referensi teks dan hubungan leksikal untuk menunjuk pada nilai-nilai yang disarankan oleh peristiwa

Contoh Teks Eksemplum (sumber dari eksis B.Indonesia 3a)
Orang Tak Dikenal
Abstrak : Niat baik tidak selalu bersambut baik. Kadang, niat baik justru mencelakakan diri kita sendiri, Karenanya, pada saat tertentu kita perlu bersikap waspada terhadap niat baik yang akan kita lakukan.
Orientasi : Aku punya pengalaman yang mengerikan pekan lalu. Minggu lalu, aku pergi ke sebuah desa kecil di selatan Jawa Barat. Aku sedang menuju ke kota berikutnya. Dalam perjalanan, seorang pemuda melambai padaku. Aku menghentikan mobilku dan dia meminta untuk tumpangan.
Insiden : Begitu dia masuk mobil, aku mengucapkan selamat pagi kepadanya dalam bahasa Jawa dan dia menjawab dalam bahasa yang sama. Tiba-tiba, ia mengambil pisau dari sakunya. Secepat kilat dia lamgsung menodongkan pisaunya yang putih tajam ke leherku.
Aku sangat takut. Lalu, ia meminta aku untuk memberinya uang. Aku memberinya segera. Setelah itu, dia meminta ku untuk menghentikan mobil dan dia pun keluar.
Interpretasi : Aku berterima kasih kepada Tuhan karena masih menyelamatkanku waktu itu. Sekarang, aku menyadari bahwa jika kita membantu orang lain, maka kita harus berhati-hati. Hal yang aneh jika kita tiba-tiba memberikan tumpangan kepada seseorang di jalan padahal kita tidak tahu dan belum pernah betemu sebelumnya dengan orang tersebut. Hal ini sangat berbahaya bagi kita. Mungkin, ia akan menyakiti kita atau meminta uang. Dari kejadian itu, aku belajar untuk berhati-hati.
Koda/Amanat : Peristiwa di atas memberikan pelajaran bahwa kita harus lebih berhati-hati dengan orang yang kita nilai baik karena belum tentu orang itu baik. Selektif dalam menilai orang dan melakukan tindakan harus selalu kita lakukan. Ibarat peribahasa kita harus berhatti-hati dengan "serigala berbulu domba".

MATEMATIKA (RANGKUMAN) BAB 1,2, DAN 3

Bab 1
Bilangan Berpangkat dan Bentuk Akar

Sifat-sifatnya Bilangan Berpangkat dengan a,b r, a ≠ 0, b 0, dan m, n r
1.  am . an = am+n
2.  am : an = am-n
3. (am)n = am.n
4. (a.b)ⁿ = aⁿ . bⁿ
5. a¹/ⁿ = ⁿ√a¹
6. a° = 1
7. a-m= (1/a)m
8. a-m/n = 1/ⁿ√am

NOTASI ILMIAH
Notasi ilmiah memiliki syarat yaitu 0<a<10.
Contohnya:
a. 27000 = 2,7 x 10
b. 0,012 = 1,2 x 10


Bab 2
Pola, Barisan, dan Deret

Jenis-jenis pola:

1. Pola Persegi (1, 4, 9 16, ...)  

    Dengan rumus: Un = n²

2. Pola Persegi Panjang (2, 6, 12, 20, ...)
 Dengan rumus: Un = n² + n
3. Pola Segitiga (1, 3, 6, 10, ...)
 Dengan rumus: Un = (n(n+1))/2
4. Pola Segitiga Pascal (1, 2, 4, 8, ...)
 Dengan rumus: Un = 2n-1


 BARISAN DAN DERET
Barisan = suatu susunan bilangan yang dibentuk menurut suatu urutan tertentu
Contoh: 1, 4, 7, 10, 13, 16
Deret = jumlah dari bilangan dari suatu baris
Contoh: 1+5+9+13+17+21


BARISAN ARITMATIKA

Un = a + (n - 1) b
Sn = (1/2).n (2a + (n-1) b)
Ut = (a + Un)/2
b1 = b/(k+1)


BARISAN GEOMETRI

Un = arn-1
Sn = a.(rn-1)/r-1


Ut = a.Un
r1 = k+1Un/Un-1


Bab 3

Perbandingan Bertingkat

Perbandingan
adalah pembagian antara dua satuan yang sama.
Perbandingan ada dua, yaitu:
Perbandingan Senilai
adalah nilai dari dua perbandingan atau lebih yang memiliki harga yang sama.
Dengan rumus: a/c = b/d

Besaran I
Besaran II
a
b
c
d
Perbandingan Berbalik Nilai
adalah perbandingan berbalik nilai atau berbalik harga bila besaran yang pertama nilainya semakin kecil maka besaran yang kedua nilainya semakin besar, atau sebaliknya.
Dengan rumus: a/c = d/b
Besaran I
Besaran II
a
b
c
d

PERSENTASE
Persentase adalah suatu angka yang dinyatakan dalam bentuk pecahan per seratus
Persentase = nilai perbandingan x 100% = a/b x 100%
a. Persentase Untung dan Rugi
    Persentase untung dari harga beli = keuntungan/harga beli x 100% atau %U = (J-B)/B x 100%
    Persentade rugi dari harga beli = kerugian/harga beli x 100% atau %R = (B-J)/B x 100%
b. Harga Jual dan Harga Beli
    HJ = HB + (HB.U)/100 atau HJ = HB - (HB.R)/100
    HB = 100HJ/(100+U) atau HB = 100HJ/(100-R)
c. Masalah Tabungan
    B=(HxPxM)/360x100
    H = banyak hari menabung          P = persentase bunga          M = modal tabungan
d. Masalah Koperasi
    B=(HxPxM)/360x100
    B = besarnya bunga pinjaman          H = banyaknya hari          P = persentase          
M = banyaknya pinjaman
e. Masalah Bunga Tunggal
   BT=(Mxbxn)/100
   M=(100xBT)/(bxn)
   b=(100xBT)/(Mxn)
   n=(100xBT)/(Mxn)

TIK (RANGKUMAN) BAB 3 DAN 4

Bab 3
Kecepatan Akses Internet dan Perangkat Keras Internet atau Intranet

Dalam bidang telekomunikasi dan komputer, kecepatan data transfer data adalah jumlah data dalam bit yang melewati satu media tertentu dalam 1 detik. Faktor- faktor yang mempengaruhi kecepatan akses, yaitu :
- keamanan data
- layanan yang diberikan
- teknologi yang digunakan
- bandwidth
- server proxy
- backbone
Perangkat keras utama yang digunakan untuk akses internet :
1. Seperangkat komputer (harddisk, VGA card dan monitor VGA, sound card, memory, processor)
2. Modem
3. Jaringan komputer

Internet juga dapat dijalankan apabila komputer yang digunakan didukung adanya perangkat lunak yang dapat menjalankan aplikasi tersebut, contohnya :
- Software Chat
- Sofware Mail
- Software Aksesweb
- Software aplikasi FTP


Bab 4
Penyambungan Internet atau Intranet

ISP adalah perusahaan yang menawarkan jasa layanan kepada kita untuk terhubung dengan internet. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memilih ISP :
- fasilitas tambahan yang diberikan
- faktor nonteksis teknologi
- metode sambungan
- faktor kecepatan transfer data ISP

Kelebihan dan kekurangan menggunakan ISP Nirkabel
Kelebihan :
- Internet Protocol bagi pelanggan bersifat tetap
- Jumlah Bandwidth yang dipesan pelanggan tidak berubah
Kekurangan :
- Kadang-kadang sambungan internet menjadi terputus jika berada di tempat yang tidak strategis
- biaya pemasangan tower menara penerima sinyal mahal

Kelebihan dan kekurangan menggunakan ISP Dial-Up
Kelebihan :
- Tidak perlu mendirikan tower menara penerima sinyal
Kekurangan :
- Kadang-kadang bandwidth yang kita pesan naik turun/ tidak bisa utuh kita terima
- Pin internet protocol bersifat berubah-ubah

PENJASORKES (RANGKUMAN) BAB 3

Bab 3
Olahraga Atletik

Jalan Cepat
Jalan cepat merupakan salah satu nomor dalam cabang atletik.
Teknik Dasar Jalan Cepat
a. Start, menggunakan start berdiri.
b. Langkah, dimulai dengan gerakan mengangkat paha kaki di ayun ke depan lutut.
c. Condong, dari kepala, punggung/dada, pinggang sampai tungkai bawah sedikit condong ke depan.
d. Ayunan Lengan, siku ditekuk lebih 90 derajat.
e. Finish
Manfaat Jalan Cepat
Untuk kesehatan tubuh, tubuh dibuat untuk banyak bergerak, denyut jantung meningkat sehingga darah beserta oksigen dan nutrisi bisa disalurkan dengan baik ke seluruh tubuh.

Lari Jarak Pendek
Pelari disebut sprinter. Meliputi jarak : 100m, 200m, 400m. Teknik lari jarak pendek dibagi menjadi 3, yaitu :
a. Teknik Start (awalan)
    1. Aba-aba "bersedia"
    2. Aba-aba "siap"
    3. Aba-aba "ya"
b. Teknik badan pada saat lari
c. Teknik badan ketika memasuki garis finish
Larangan pada Pelari Jarak Pendek
a. Meloncat pada saat memasuki garis finish
b. Menarik/menggapai pita finish
c. Berhenti mendadak atau mengurangi kecepatan di garis finish

Lompat Tinggi
Teknik Dasar Lompat Tinggi
a. Awalan, terdiri dari 7-9 atau 11 langkah. Dapat dilakukan dari 3 arah sebagai berikut.
   1. Melengkung
   2. Dari posisi awal tegak lurus dengan mistar, dilanjutkan dengan lari melengkung
   3. Berlari lurus dari sudut menyerupai awalan lari gaya straddle untuk membuat gerakan membelakangi mistar pada saat tolakan
b. Tolakan, diawali dari tumit, dan menekuk tungkai tolak.
c. Saat Melayang, posisi membelakangi mistar dan kedua tungkai yang menggantung sedikit ditarik.
d. Pendaratan, dilakukan dengan punggung, kemudian dilanjutkan dengan gerak tungkai.
Gaya dalam Lompat Tinggi
a. Gaya gunting (scissors)
b. Gaya timur
c. Gaya guling barat (western roll)
d. Gaya pelana
e. Gaya fosbury flop

Lempar Cakram
Teknik-Teknik yang Digunakan Dalam Lempar Cakram
a. Cara Memegang Cakram, diletakkan pada telapak tangan kiri, telapak tangan kanan diletakkan di atas tengah cakram.
b. Gaya Dalam Lempar Cakram
    1. Gaya Samping, berdiri miring atau menyamping kearah sasaran.
    2. Gaya Belakang, membelakangi arah lemparan.
Sarana dan Prasarana yang Digunakan Dalam Lempar Cakram
 : cakram yang terbuat dari kayu atau bahan lain dengan bingkai dari metal.
Ukuran Cakram : a. Senior Putra, 2kg
                              b. Senior Putri, 1kg
                              c. Junior Putra, 1,25kg
                              d. Junior Putri, 0,75kg
c. Lapangan Lempar Cakram

Diameter untuk melempar 2,50 meter, bentuk seperti huruf C dengan diameter 7 meter, mulut 3,3 meter.

PENJASORKES (RANGKUMAN) BAB 2

Bab 2
Permainan Bola Kecil


Permainan Kasti/Rounders
Pemain dibagi menjadi 2 regu, salah satu regu mendapat giliran jaga dan satu regu lagi mendapat giliran untuk memukul. Teknik permainan kasti :
1. Melambungkan Bola
    a. Melambungkan Bola ke Atas
    b. Melambungkan Bola ke Depan
    c. Melempar Bola dari atas Kepala
 2. Menangkap Bola
    a. Menangkap Bola Melambung
    b. Menangkap Bola Mendatar
    c. Menangkap Bola Menyusur Tanah
3. Memukul Bola
    a. Pukulan Melambung, untuk menghasilkan arah bola yang melambung jauh.
    b. Pukulan Mendatar, digunakan jika menginginkan gerak bola sangat cepat, dan melesat ke depan.
    c. Pukulan Merendah, digunakan bila menginginkan arah jalannya bola yang cepat dan memantul ke tanah.
4. Teknik Dasar Berlari

Permainan Bulu Tangkis
Teknik dasar permainan dasar bulu tangkis
1. Memegang Raket (Grip)
    Teknik memegang raket secara forehand dilakukan dengan cara ibu jari dan jari telunjuk menempel pada bagian permukaan pegangan atau sejajar dengan dinding kepala raket. Saat melakukan teknik forehand, dapat dipindahkan menjadi teknik memegang backhand, yakni dengan memutar raket seperempat putaran ke arah kiri. Teknik yang lainnya seperti jabat tangan (shakehand grip) dan gebuk kasur (american grip).
2. Pukulan (Stroke)
    Beberapa teknik pukulan dalam permainan bulu tangkis.
    a. Servis (Service)
       Dalam permainan bulu tangkis, ada tiga jenis servis, yaitu servis pendek, servis tinggi, dan flick atau servis setengah tinggi.
       1. Servis Forehand
        a. Servis Forehand Pendek, untuk memaksa lawan agar tidak bisa melakukan serangan.
        b. Servis Forehand Tinggi, digunakan dalam permainan tunggal.
       2. Servis Backhand
    b. Pukulan Forehand, dasar pukulannya adalah ayunan raket dari belakang badan ke arah depan.
    c. Pukulan Backhand, posisi jarinya (telunjut, tengah, manis, kelingking) sejajar dengan pegangan raket, sementara ibu jari berada pada batang raket yang lebih lebar.
    d. Pukulan Lob, untuk melambungkan kok setinggi mungkin yang mengarah ke belakang daerah lawan.
    e. Pukulan Drop Shot, yang tepat dilakukan apabila kok jatuh dekat dengan net dan tidak lebih dari garis ganda.
    f. Netting, supaya kok jatuh sedekat mungkin dengan net di daerah lawan.
3. Gerakan Kaki (Foot Work), kecepatan gerak diperoleh dari foot work yang teratur.
4. Sikap Berdiri (Stance)
a. Sikap berdiri pada saat melakukan servis
    1. Servis forehand dilakukan dengan cara pemain berdiri di sudut depan garis tengah pada daerah servis kira-kira setengah meter di belakang garis servis pendek.
    2. Servis backhand dilakukan dengan cara pemain berdiri di sudut depan garis tengah pada daerah servis kira-kira setengah meter di belakang garis pendek.
b. Sikap berdiri pada saat menerima servis
    1. Sikap berdiri untuk permainan tunggal adalah berdiri pada daerah servis kira-kira di tengah-tengah daerah servis dan 1 meter di belakang garis servis pendek.
    2. Sikap berdiri untuk permainan ganda adalah pemain lebih maju ke depan tetapi tidak melewati garis servis pendek.
c. Sikap berdiri pada saat rally

Permainan Tenis Meja
1. Perlengkapan Permainan Tenis Meja
    a. Meja Tenis
       Lapangan tenis meja dibagi menjadi 2 bagian yang dipisahkan oleh jaring dengan tinggi 15,25 cm dan panjangnya 183 cm. Tinggi meja tenis ialah 76 cm, dan lebar 152 cm.
    b. Bet
       Untuk memukul bola. 
    c. Bola
      Terbuat dari serpihan plastik. Diameter bola tenis meja ialah 40 mm dengan berat 2,7 gram. Warna yang disarankan putih atau oranye.
2.  Teknik Dasar Permainan Tenis Meja
     a. Memegang Bet, pen holder grip (pegangan tangkai pena) dan shake hand grip (pegangan jabat tangan).
     b. Pukulan
         1. Drive, untuk menyerang lawan dan mengontrol bola.
         2. Push, dengan cara bola didorong dengan bet dan posisi bet terbuka.
         3. Chop, pukulan yang dilakukan seperti menebang pohon.
         4. Block, dilakukan dengan cara bola ditutup dengan bet.
     c. Service, dilakukan untuk memulai pertandingan.

PENJASORKES (RANGKUMAN) BAB 1

Bab 1
Permainan Bola Besar

Permainan Sepak Bola
Teknik dasar sepak bola meliputi menendang bola, menggiring, menyundul, merampas, melempar, dan menangkap bola.

Pengertian Permainan Sepak Bola
Sepak bola adalah permainan beregu, yang tiap regu terdiri dari 11 pemain salah satunya adalah penjaga gawang, permainan seluruhnya menggunakan kaki kecuali penjaga gawang boleh menggunakan tangan di daerah hukumannya. Tujuannya untuk memasukkan bola ke gawang lawan dan untuk mempertahankan gawang sendiri supaya tidak kemasukkan bola. Ketentuan panjang lapangan minimal 90-120 meter, lebar lapangan 45-90 meter. Untuk pertandingan internasional panjang 100-110 meter, lebar 64-75 meter.

Gerakan Menendang Bola
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam teknik menendang bola : posisi kaki tumpu dan kaki ayun (steady leg position), bagian bola, perkenaan kaki dengan bola (impact), dan akhir gerakan (follow-through). Tujuannya adalah untuk mengumpan (passing), menembak ke gawang (shoot at the goal), dan menyapu untuk menggagalkan serangan lawan (sweeping). Cara menendang bola dibedakan menjadi 4, yaitu : 
1. Menendang dengan kaki bagian dalam (instep), mengumpan jarak pendek (short passing)
2. Menendang dengan kaki bagian luar (outside), mengumpan jarak pendek (short passing)
3. Menendang dengan punggung kaki (instep), menembak ke gawang (shooting at the goal)
4. Menendang dengan punggung kaki bagian dalam (inside of the instep), mengumpan jarak jauh (long passing)

Gerakan Menggiring Bola
Menendang bola secara terputus-putus dan bagian kaki yang digunakan sama. Tujuannya untuk mendekatkan jarak ke sasaran, melewati lawan, dan menghambat permainan. Beberapa hal yang harus diperhatikan saat menggiring bola : 
1. Bola harus dekat dengan kaki sehingga mudah untuk dikontrol
2. Posisi bola tepat di kaki sehingga mudah untuk dilindungi dari lawan
3. Pandangan mata tidak hanya tertuju pada bola, melainkan juga pada pergerakan lawan
4. Menggiring bola dibiasakan dengan menggunakan kaki kanan dan kaki kiri

Menyundul Bola (Heading)
Tujuannya untuk mengumpan, mencetak gol, dan untuk mematahkan serangan lawan/membuang bola.

Lemparan ke Dalam (Throw-In)
1. Lemparan ke dalam tanpa awalan dapat dilakukan ketika sasaran jaraknya dekat
2. Lemparan ke dalam dengan awalan dapat dilakukan ketika sasaran jaraknya jauh

Permainan Voli
Salah satu permainan beregu yang dimainkan oleh dua regu yang dipisahkan oleh net. Setiap regu berjumlah 6 pemain. Teknik dasar yang harus dikuasai :
1. Servis (service)
   Dilakukan pada permulaan dan setelah terjadinya setiap kesalahan. Servis dapat dilakukan dalam beberapa cara, yaitu :
    a. Servis bawah, memukul bola dari bawah.
    b. Servis atas, memukul bola dari atas kepala (bola dilambungkan terlebih dahulu).
    c. Servis samping
    d. Servis lompat, pukulan dengan melompat setelah bola dilambungkan.
2. Passing
   Tujuannya untuk memberikan bola kepada teman secepatnya untuk dimainkan di lapangan sendiri. Passing dikelompokkan menjadi 2, yaitu :
    a. Passing bawah, apabila bola yang datang rendah.
    b. Passing atas, apabila bola datangnya di atas atau melambung.
3. Smash
   Tujuannya supaya bola dapat mendarat di daerah lawan tanpa bisa di blok.
4. Posisi pemain
    a. Server, pemain yang memulai permainan bola voli
    b. Spiker, pemain yang bertugas memukul bola agar jatuh ke daerah lawan
    c. Libero, pemain bertahan yang memiliki kebebasan untuk keluar dan masuk tapi tidak melakukan smash.
    d. Tosser, pemain yang bertugas mengumpankan bola ke rekan-rekan satu timnya.
    e. Blocker, pemain yang pada dasarnya bertugas menahan serangan attacker dari tim lawan tapi juga dapat bertugas sebagai spiker.
5. Block
   Untuk menahan serangan yang dilakukan oleh lawan.

Permainan Bola Basket
Setiap tim terdiri dari 5 pemain. Tujuannya untuk memperoleh poin sebanyak mungkin dengan cara memasukkan bola ke dalam keranjang lawan. Teknik dasar permainan sepak bola diantara
1. Mengoper (Passing) dan Menangkap (Catching)
   Beberapa hal yang harus diperhatikan : arah bola ke sasaran harus terhindar dari rebutan lawan dan waktu melempar harus tepat. Tujuannya untuk mempertahankan bola agar tidak direbut oleh lawan. Mengoper bola ada beberapa macam, yaitu :
     a. Chest pass, posisi tangan di depan dada.
     b. Overhead pass, posis bola dari atas kepala.
     c. Baseball pass, dengan satu tangan.
     d. Bounce pass, untuk menghindari hadangan lawan.
     e. Hook pass, dengan satu tangan sehungga mirip dengan hook atau pancing.
     f. Under pass, dari bawah.
     g. Catching ball, dapat dilakukan dengan satu atau dua tangan.
2. Menggiring Bola (Dribbling)
   Tujuannya untuk mempertahankan bola dan menyerang lawan. Teknik dribbling diklasifikasikan menjadi dua, yaitu
     a. Dribble tinggi
     b. Dribble rendah
3. Lay Up
4. Menembak Bola (Shooting)
   Beberapa teknik menembak :
    a. Set shoot, dilakukan dengan cara melompat terlebih dahulu.
    b. Lay-Up shoot, dilakukan pada saat akhir dribble.
    c. Jump shoot, dilakukan ketika pemain menyerang dan tidak dapat mendekati ring.